Untirta Gelar Sosialisasi KKM Tematik Literasi 2025, Siapkan 100 Lokus Di Wilayah Banten

SERANG – Dalam upaya memperkuat peran literasi di masyarakat, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui UPA Perpustakaan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Sosialisasi Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi 2025 pada Kamis, 12 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid (daring dan luring) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Aula SC 1, Lantai 2 Gedung Student Center, Kampus Untirta Sindangsari, Kabupaten Serang.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Rusmana, Ir., M.P., Sekretaris LPPM Dr. Ing. Muhammad Iman Santoso, S.T., M.Sc., Kepala Pusat Pengelola KKM dan Pengabdian kepada Masyarakat Mukhtar, S.Si., M.Pd., Ph.D., Kepala UPA Perpustakaan Dr. Firman Hadiansyah, S.Pd., M.Hum., serta pustakawan Nia Kurniawati, S.Sos., M.P. dan Iman Sukmana dari Dinas Perpustakaan Provinsi Banten. Peserta sosialisasi terdiri dari para pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa/kelurahan dari berbagai wilayah di Provinsi Banten yang akan menjadi lokus kegiatan KKM Tematik Literasi.

Kegiatan ini menandai pergeseran paradigma KKM Untirta yang biasanya berlokasi di desa secara umum, kini secara khusus menyasar perpustakaan desa dan TBM sebagai pusat kegiatan. Sebanyak 1350 mahasiswa bersama 105 dosen pembimbing lapangan (DPL) akan diterjunkan pada periode 8 Juli hingga 7 Agustus 2025, sebagai bagian dari kolaborasi strategis Untirta dengan Perpusnas RI, Perpustakaan Daerah, dan UPA Perpustakaan Untirta.

Dr. Ing. Muhammad Iman Santoso menegaskan bahwa Untirta ingin menjadi “menara air”, bukan menara gading, yang mengalirkan manfaat ke masyarakat.  Sementara Dr. Firman Hadiansyah mengatakan bahwa penempatan mahasiswa di TBM dan perpustakaan desa adalah langkah yang strategis dan belum pernah dilakukan sebelumnya. “Ada sekitar 500-an TBM di Banten yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Mereka punya relawan tangguh. Ini adalah kesempatan bagus karena literasi adalah bagian penting dalam kehidupan kita hari ini, terlebih program ini diperkuat melalui MoU antara Perpusnas dan Kemendiktisaintek,” katanya.

Sementara itu, Dr. Rusmana menegaskan bahwa keberhasilan KKM tidak hanya dilihat dari jumlah lokasi (100 lokus) tetapi juga dampak positifnya bagi masyarakat. “Ini hasil kolaborasi banyak pihak—Perpusnas, Untirta, TBM, dan desa. Ini membanggakan. Perpustakaan Untirta sendiri sudah terakreditasi A, LPPM masuk klaster Mandiri, dan kami sedang menargetkan menjadi kampus PTNBH,” ungkapnya. Ia juga berpesan agar para dosen pembimbing dan mahasiswa menjaga nama baik Untirta selama di lapangan.

Iman Sukmana dari Dinas Perpustakaan Provinsi Banten menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung TBM dan perpustakaan desa melalui berbagai fasilitas, seperti mobil layanan internet keliling, instalasi aplikasi Inlislite, dan peminjaman buku koleksi hingga 100 judul selama 3 bulan. “Kami juga membuka layanan anak setiap Sabtu pukul 09.00–15.00 dan mendukung proyek literasi berbasis bacaan anak-anak,” jelasnya.

Nia Kurniawati turut menegaskan komitmen perpustakaan Untirta dalam mendukung kegiatan nasional ini. “Mahasiswa akan kami dampingi, termasuk dalam pengelolaan bahan pustaka. Banyak TBM yang juga bermitra dengan sekolah dan lembaga lain,” katanya.

Beberapa pengelola TBM juga membagikan praktik baik mereka. TBM Kelurahan Tamansari, Cilegon menjalin kemitraan dengan donatur dan telah memiliki sistem pelaporan digital melalui aplikasi. Sementara TBM Tukik telah melaksanakan program pengenalan literasi visual dengan anak-anak melalui gambar tematik dan storyboard.

Dengan semangat kolaboratif, Sosialisasi KKM Tematik Literasi 2025 menjadi tonggak awal pengabdian mahasiswa Untirta yang berbasis literasi, membawa semangat transformasi dari kampus kepada masyarakat luas melalui penguatan TBM dan perpustakaan desa. (Pustakawan)

Scroll to Top