
Serang — Sebanyak 16 finalis Duta UNTIRTA yang berasal dari berbagai fakultas di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) melaksanakan kunjungan ke Perpustakaan UNTIRTA pada hari Rabu, 17 September 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mereka tentang literasi, khususnya literasi digital, serta mendorong mereka untuk berperan aktif dalam menyebarkan semangat literasi di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
Acara diawali dengan sambutan dari perpustakaan yang diwakili oleh Nia Kurniawati, S.Sos., MP. Dalam sambutannya, Nia menyampaikan harapannya agar para finalis Duta UNTIRTA dapat menjadi agen perubahan dalam dunia literasi . “Kami berharap, melalui kolaborasi ini, Duta UNTIRTA dapat menyebarkan semangat membaca dan menulis, serta menjadi role model bagi mahasiswa dan masyarakat luas dalam membangun budaya literasi,” ungkap Nia.
Perpustakaan UNTIRTA berharap agar para finalis Duta UNTIRTA dapat menjalankan peran penting dalam memajukan literasi di era digital. Sebagai agen literasi, para finalis diharapkan mampu menyebarkan semangat membaca dan menulis serta mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam kegiatan literasi. Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan menjadi role model yang mampu memberikan teladan nyata bagi mahasiswa dalam membangun budaya literasi, baik di lingkungan kampus maupun kehidupan sehari-hari. Selain itu, peran sebagai fasilitator juga penting dijalankan, yakni menjadi penghubung antara masyarakat dengan akses informasi yang lebih luas serta memberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital. Tak kalah penting, finalis Duta UNTIRTA juga diharapkan dapat berperan sebagai kolaborator, dengan menjalin kerja sama bersama organisasi literasi maupun perpustakaan di berbagai daerah untuk memperkuat jejaring literasi.
Dalam kesempatan ini, para finalis juga diberi wawasan tentang berbagai tantangan yang muncul di era digital, seperti disinformasi dan bias AI, plagiarisme akademik, serta masalah privasi dan keamanan data. Diskusi ini juga mencakup dampak dari ketergantungan berlebihan pada teknologi dan bagaimana mahasiswa bisa menghindarinya dengan cara yang bijak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai program kolaborasi yang telah dijalankan oleh Perpustakaan UNTIRTA. Salah satunya adalah Kelas Literasi Akademik, yang berfokus pada peningkatan kemampuan penulisan, penelitian, dan presentasi mahasiswa. Selain itu, terdapat Kampanye Literasi Digital & Media Sosial yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya literasi digital di dunia maya. Upaya lain diwujudkan melalui Titik Baca Kampus & Book Sharing, yaitu inisiatif menyediakan ruang baca sekaligus berbagi buku guna menumbuhkan minat baca mahasiswa. Lebih lanjut, Perpustakaan UNTIRTA juga mengembangkan kolaborasi dengan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Binaan di 5 Desa Kecamatan Pabuaran sebagai bentuk kontribusi dalam memperluas jaringan literasi hingga ke pedesaan. Terakhir, melalui program Optimalisasi Buku Bacaan Bersama Pustakawan Masuk Desa, pustakawan diajak untuk terjun langsung ke desa-desa dalam rangka meningkatkan literasi di tengah masyarakat.
Para finalis Duta UNTIRTA yang berasal dari berbagai fakultas ini mengapresiasi berbagai program tersebut dan mengungkapkan kesiapan mereka untuk turut serta dalam memajukan literasi, baik di tingkat kampus maupun di masyarakat. Mereka berharap, kolaborasi yang dibangun dengan Perpustakaan UNTIRTA dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan UNTIRTA tidak hanya berharap untuk meningkatkan literasi akademik di kalangan mahasiswa, tetapi juga untuk menciptakan generasi yang lebih bijak dan kritis dalam menghadapi tantangan informasi di era digital. Kolaborasi yang dijalin dengan Duta UNTIRTA menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan masyarakat yang melek informasi dan cerdas dalam menggunakan teknologi. (Pustakawan)




